Pencampuran Beton Dengan Mixer Beton

Pencampuran Beton Dengan Mixer Beton

Pencampuran Beton Dengan Mixer Beton Mixer artinya alat untuk mengaduk atau pengaduk dalam bahasa Indonesia. Mixer yang berfungsi untuk pengadukkan beton, sangat membutuhkan dalam pencampuran material beton untuk mencapai mutu yang menginginkan. Kualitasnya akan jauh lebih baik dan lebih homogen. Bila membandingkan dengan pengadukkan beton secara manual. Proses pengadukan material beton dengan menggunakan tangan lebih baik terhindari kecuali pencampuran dalam volume kecil.

Cek Harga Precast Terbaru 2022

Peralatan Mixer

Berdasarkan SNI 03-3976-1995, peralatan mixer yang menggunakan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut :

  • Semua peralatan untuk pengadukan beton harus dalam keadaan baik dan bersih;
  • Mesin pengaduk harus pada kecepatan yang merekomendasikan oleh pabrik pembuat mesin tersebut;

Selain berdasarkan jenis mixer, lama proses pengadukkan dapat mempengaruhi mutu beton. Waktu pengadukkan beton dapat mempengaruhi kadar air dalam semen. Atau hidrasi semen. Adukan beton harus merencanakan sedemikian rupa. Sehingga beton yang menghasilkan mencapai mutu yang menginginkan dan dapat dengan mudah mengerjakan.

Baca Juga artikel: Metode Penampungan Air Hujan

  1. Buat campuran Anda

Sebelum Anda mulai, tentukan volume dan jumlah yang membutuhkan.

  • Nyalakan mixer semen jika itu adalah mixer semen listrik. Jika Anda menggunakan mixer semen termal, mulailah seperti mesin pemotong rumput.
  • Tuang ke dalam tangki setengah dari volume air yang menentukan dan kerikil dengan sekop atau ember.
  • Miringkan mangkuk ke atas untuk menghindari percikan dan tumpahan.
  • Kemudian tambahkan pasir dan semua semen.
  • Biarkan tercampur rata selama satu menit.
  • Tuang sisa kerikil dan pasir.
  • Tunggu sebentar.
  • Jangan mencampur terlalu lama untuk menghindari pemisahan bahan.
  1. Sesuaikan konsistensi beton Anda

  • Sesuaikan konsistensi beton dengan menambahkan sisa volume air.
  • Periksa persiapannya: ambil segenggam beton, jangan sampai menempel pada tangan Anda. Jika perlu, tambahkan sekop semen.
  • Biarkan mangkuk pengaduk semen berputar. Miringkan mangkuk ke bawah dan tuangkan campuran ke dalam gerobak dorong.
  • Lanjutkan dengan cara yang sama untuk mencapai jumlah beton yang membutuhkan.
  1. Bersihkan tangki

Untuk menjaga mixer beton tetap bersih, ingatlah untuk membersihkan tangki secara menyeluruh setelah menggunakan, sebelum beton mengering.

Untuk itu :

  • Tuangkan seember air dan sedikit kerikil ke dalam tangki.
  • Nyalakan mixer semen selama 10 menit dan buang campuran pada ujungnya.
  • Bilas bagian dalam dan kemudian bagian luar tangki dengan semburan air

Ada dua tipe truk pencampur, yaitu:

  1. tipe mixer dengan sistem pengeluaran isi semen dari belakang drum yang menggunakan sumbu miring.
  2. tipe mixer dengan sistem pengeluaran isi dari depan drum yang menggunakan sirip-sirip yang memasang pada drum dan berputar arah berlawanan.

Proses Pengadukan Beton Sesuai Standar

Pengadukan material beton berdasarkan lokasi terbagi menjadi dua, yaitu (1) pencampuran  lapangan (on site) dan (2) beton yang teradukan pada batching plant dan harus membawa kelapangan (ready mix).

Sesuai dengan SNI 03-3976-1995, proses pengadukan beton lapangan mengatur dengan beberapa ketentuan sebagai berikut :

  1. Beton harus mengaduk sedemikian hingga tercapai penyebaran bahan yang merata dan semua hasil adukannya harus mengeluarkan sebelum mesin pengaduk mengisi kembali;
  2. Pengadukan harus melakukan tidak kurang dari 1 – 1/2 menit untuk setiap lebih kecil atau sama dengan 1 m3 Waktu pengadukan harus menambah ¬Ĺ menit untuk setiap penambahan kapasitas 1 m3 adukan.
  3. Pengadukan harus melanjutkan minimal 1-1/2 menit setelah semua bahan memasukkan ke dalam mesin pengaduk (atau sesuai dengan spesifikasi alat pengaduk).
  4. Selama pengadukan berlangsung, kekentalan adukan beton harus mengawasi terus menerus dengan jalan memeriksa slump pada setiap campuran beton yang baru.
  5. Kekentalan beton harus menyesuaikan dengan jarak pengangkutan.
  6. Bila produksi beton melakukan oleh perusahaan beton siap pakai, maka keseragaman pengadukan harus mengikuti ketentuan yang berlaku.
  7. Perekaman data yang rinci harus melakukan terhadap :

Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran;

  • Proporsi bahan yang menggunakan;
  • Jumlah batch-adukan yang menghasilkan;
  • Lokasi pengecoran akhir pada struktur.
  • Mengenai hal yang harus memperhatikan dalam proses pengadukan beton
  • Hal yang perlu memperhatikan dalam proses pengadukan beton antara lain:
  1. Segregasi campuran beton, adalah suatu keadaan saat pasir dan koral beton terpisah dari pasta semen (campuran air dan semen) yang dapat terjadi ketika pengadukan, pengecoran, maupun ketika transportasi ke tempat area pengecoran. Penyebab utamanya adalah pengadukkan yang terlalu lama.
  2. Lama waktu beton setelah mencampur yang tidak langsung mengecor. Berdasarkan referensi, waktu fase setting awal semen adalah 1 – 2 jam. maka waktu pengecoran paling lama adalah 1 jam. Hal ini dapat berbeda jika material beton mengandung aditif tambahan.
  3. Wadah adukkan beton, wadah ketika sudah mencampur sebelum pengangkutan dan pengecoran untuk menghindari kemungkinan segregasi. selain itu juga perhitungkan jarak bibir mixer dengan wadah yang tidak terlalu tinggi.
  4. Lokasi pengadukkan beton, hal ini melakukan untuk menghindari waktu tunggu yang lama, kemungkinan segregasi, setting awal semen dan biaya yang optimal maka lokasi pengadukkan beton sebaiknya sedekat mungkin dengan tempat pengecoran.

Untuk Pengecoran Bandar Lampung bisa langsung hubungi Marketing kami 0823-7731-2511