Tak Berkategori

Perkembangan Pengecoran Kota Bandar Lampung

Perkembangan Pengecoran Kota Bandar Lampung menuju Kota Baru Lampung bergairah ketika Pemerintah Provinsi Lampung membangun jalan dua jalur. Pada era Gubernur Lampung Sjachroedin ZP. Namun seiring moratorium pembangunan gedung yang memberlakukan pemerintah pusat, pembangunan berbasis kawasan ini sempat menurun.

Memasuki awal tahun 2019 saat pandemi melanda yang membuat berbagai anggaran merefocusing ke penanganan pandemi tersebut. Namun kawasan ini terlanjur berkembang. Setidaknya kini ada 16 perumahan baru tumbuh seiring operasional Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang tak jauh dari kawasan ini. Selanjutnya untuk mengetahui Perkembangan Pengecoran Kota Bandar Lampung, Anda dapat membaca artikel berikut ini.

Cek Harga Percast Terbaru 2022

Kebijakan

Dengan menohok kondisi tersebut, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi memberi kebijakan dalam membangun kembali jalan berbasis kawasan ini. Yaitu dengan memperluas jalan dari semula 3 meter menjadi 6,75 meter. “Kawasan ini makin strategis setelah Jalan Tol Trans Sumatera Beroperasi, karena menjadi akses bagi warga sekitar menuju jalan tol dan Bandar Lampung. ” Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Febriza Levi Sukmana, Senin (25/10/2021).

Pelebaran jalan kawasan ini mulai dari Desa Gedung Harapan, Kecamatan Jati Agung, sepanjang 895 meter. Ruas ini merupakan bagian dari Simpang Korpri-Purwotani yang menjadi akses warga menuju Kota Baru dan Bumi Perkemahan.

Jalan Kawasan

Sejak awal perencanaan, jalan kawasan ini membuat dua jalur. Selain menjadi akses menuju Kota Baru Lampung. Jalur ini menjadi alternatif bagi warga Lampung Timur dari Sukadana dan menuju arah Jalan Ir. Sutami Pugung Raharjo.

Selain itu, menjadi akses warga yang ingin ke Metro dan menuju Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Bandar Negeri Husada, Kota Baru. Semula, Pemprov Lampung membangun jalan ini masing-masing jalur selebar 3 meter.  Namun seiring peningkatan penduduk yang pindah ke kawasan ini, jalan diperlebar hingga 6,75 meter. “Posisi pelebaran jalan ini persis di tengah-tengah dari Kota Baru ke Bandar Lampung yakni 8 kilometer ke arah Kota Baru dan 8 kilometer ke perbatasan Bandar Lampung,” kata Levi.

November 2021

Adapun pengaspalan jalan ini menargetkan rampung akhir November 2021. Saat ini jalan teah terlaksana pada Koridor 4 jalan provinsi itu menutup satu jalur.  Sedangkan pembangunan jalan ini, menurut Amiruddin, warga Desa Gedung Harapan. Dengan membuat kawasan ini menggeliat. Dia mencontohkan harga tanah yang semula Rp2 juta per rante. Kini menjadi Rp500 ribu per meter dan Rp300 meter bila jauh dari jalan.

Wilayah ini terkenal sebagai daerah penghasil singkong dan jagung. “Pelebaran jalan ini akan membuat kawasan ini hidup karena dekat dengan Bandar Lampung dan jalan tol. Sekarang ada 16 titik perumahan baru membangun pada kawasan ini.” kata Amiruddin yang lahir dan besar kawasan ini.

Bentuk Keseriusan Pemprov

Kemajuan konstruksi peningkatan Jalan Mayjen Ryacudu (Link.012.11K) ini untuk tahap pertama dengan total panjang penanganan 2,67 Km jalur kiri/kanan dan lebar 8m dengan progres 72 persen. Sedangkan untuk tahap kedua, rencananya sepanjang 950 meter dengan lebar 8 meter dan dalam tahap proses. “Ini bentuk keseriusan Pemprov Lampung dalam membangun jalan Provinsi pada Kabupaten/Kota,” ujar Wagub Nunik.

Dalam pengerjaannya jalan para pekerja, melaksanakan sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti menjaga jarak fisik, menggunakan masker dan menghindari kerumunan. Wagub mendampingi Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, juga ingin memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur berjalan dengan baik yang akhirnya bisa merasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Mari kita dukung bersama, pembangunan ruas jalan ini” katanya.

Infrastruktur Lampung Berjaya

Peninjauan ruas jalan tersebut merupakan perwujudan visi Rakyat Lampung Berjaya dengan membangun Infrastruktur Lampung Berjaya. Hal ini juga menjadi komitmen dan keseriusan Pemprov Lampung terhadap 33 Janji Kerja. Salah satunya Infrastruktur Lampung Berjaya demi mewujudkan Rakyat Lampung Berjaya.

Peningkatan Jalan Ryacudu ini sekaligus mengharapkan dapat mendorong pemulihan ekonomi Provinsi Lampung akibat pandemi Covid-19. Yang terhubung dengan pintu tol Kota Baru, sektor logistik, pendidikan serta, pendukung kelancaran aksesbilitas barang/jasa  wilayah tersebut.

Selanjutnya, Wagub juga meninjau peningkatan jalan ruas Simpang Korpri Purwotani (Link.016) Kabupaten Lampung Selatan dan ruas Pugung-Jabung Kabupaten Lampung Timur sepanjang 7 Km. Melanjutkan dengan meninjau pemeliharaan berkala jalan ruas Tanjung Kari-Pugung Raharjo (Link.010) Kabupaten Lampung Timur dan pemeliharaan berkala jalan ruas Metro-Tanjung Kari (Link.008) Kabupaten Lampung Timur.